Selasa, 25 April 2017

PUISI ISRA' MIRAJ

Do'a Ku di Malam Isra Mi'raj

    Maha kehidupan, kalau sungguh bagi-Mu aku dilahirkan
    Bukakanlah hati, telanjangkan dada Dunia
    Agar senantiasa daripadanya aku menyusu
    Menghisap tenaga dari sumber-sumber yang murni.
    Kupaslah Matahari dari kelopak wasangnya
    Biar tak lagi berkedip dalam menatap dunia
    Nyalang bagi harimau serta silau bagi gelita
    Terbuka bagi asap dan bunga api waktu.

    Ya Allah…..
    Karena cinta Engkau meletakkan 2 malaikat di pundakku.
    Dan Engkau pun berkata, “Inilah pengasuh-pengasuhmu yang sayap-sayapnya
    bisa membawamu terbang ke langit sekaligus berpijak di bumi”

    Ya Allah….
    Pada Muhammad Kau anugrahkan kemuliaan…….
    Pada Sulaiman kau limpahkan keberadaan………….
    Kau tunjukkan keindahan-Mu melalui Yusuf dan cinta kasih-Mu melalui Isa……..
    Di hati kekasih sejati pun Kau tanamkan kema’rifan.
    Kau jadikan bintang-bintang selalu bertasbih pada-Mu…………
    Kau ciptakan pepohonan tuk berzikir pada-Mu……
    Dan Engkau membuat binatang-binatang bersalawat pada-Mu.

    Ya Allah……
    Dalam sujudku, Ku usung berbagai harapan yang kan menenangkan batin ini.

    Ya Allah….. Ya Tuhanku…….
    Segala rasa dan asa ku pertautkan kepada-Mu.

    Ya Allah………
    Kini malam-Mu telah tiba, bulan dimana Rasul-MU yang agung kau bawa
    Berwisata dalam kemulyaan “ISRA MI’RAJ” ………
    Dan di atas sajadah Bumi ini, di bawah mihrab langit-MU
    Dengan segenap ketulusan kuserahkan kegelisahan, pemberontakan, dan rinduku pada-Mu              
    serta  pada Rasul-Mu yang agung

    Ya Allah…..Ya Tuhanku………
    Walau pun suara azan dibungkam Rumah-rumah-Mu digusur…..
    Aku adalah hamba-Mu…. Yang takkan berhenti menyembah-Mu.
    :Inna Shalaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil ‘alamin……..
    Aku ini adalah hamba-Mu yang takkan pernah lupa menyembah-Mu
    : Sesungguhnya shalatku dan ibadahku hidupku dan matiku hanyalah bagi Allah Tuhan sekalian alam.

    Ya Allah……Ya Tuhanku……..
    Kapan lagi aku masuk ke arus sungai darah-Mu Jika tidak saat ini juga?????
    Laut-Mu terlalu dalam untuk ku salami, tapi kelewat mengundang jika hanya ku pandang……..

    Ya Allah……….Ya Tuhanku………
    Aku terlalu lelah berperang melawan nafsu dan kesia-siaan…….
    Yang memburuku dan mengintai dari rongga jiwaku.
    Izinkan saat ini juga, aku masuk ke pori-pori tubuh-Mu, sembunyi dalam urat nadi-Mu
    Agar terhindar dari segala tembakan dan tarlepas dari segala jebakan.
    Izinkan pula ku minum darah-Mu tuk menjadi darahku yang kan mewarnai detak jantungku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar